LUWU TIMUR – Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, Ober Datte, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Fun Run Lutim Juara 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi agenda olahraga tahunan sekaligus menjadi identitas baru Kabupaten Luwu Timur dalam membudayakan hidup sehat.
Pernyataan itu disampaikan Ober saat menghadiri kegiatan Fun Run Lutim Juara yang digelar di Bundaran Bumi Batara Guru, Malili, Minggu (21/6/2026). Event yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur tersebut diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai kalangan.
Tak hanya memberikan dukungan, Ober Datte juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan berlari bersama Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta ribuan peserta lainnya menyusuri rute sejauh 7,5 kilometer di sejumlah ruas jalan Kota Malili.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya aktivitas olahraga terus meningkat. Ia berharap semangat tersebut dapat dipertahankan melalui penyelenggaraan kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Fun Run seperti ini memberi banyak manfaat. Selain mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan. Antusiasme peserta yang begitu besar menjadi modal untuk terus mengembangkan budaya olahraga di Luwu Timur,” ujar Ober.
Ia juga menilai keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, hingga masyarakat yang ikut berpartisipasi.
Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Ober menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Luwu Timur yang menjadi penggagas acara. Menurutnya, inisiatif tersebut memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui olahraga.
Ober menegaskan DPRD Kabupaten Luwu Timur akan terus mendukung kegiatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga perlu diarahkan pada upaya menciptakan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif melalui kolaborasi berbagai pihak.
