Pasca Api Membakar Hutan, Sepasang Rusa Liar Tertangkap Kamera Warga Bantilang

Di antara rimbunnya pepohonan dan dedaunan yang berserakan, dua ekor rusa liar terlihat mendatangi aliran sungai kecil di sekitar perkebunan warga Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (12/10/2026).

Seekor rusa dewasa menundukkan kepala, perlahan meneguk air yang mengalir di sungai kecil itu.

Anan rusa lainnya berdiri dengan tubuh menghadap ke arah kamera, Keduanya tampak tenang, seolah tengah melepas dahaga setelah menempuh perjalanan di tengah hutan.

Namun, kemunculan dua satwa liar tersebut menyimpan cerita lain, dibalik momen yang terlihat tenang itu, kawasan hutan di Desa Bantilang sebelumnya dilanda kebakaran hebat, termasuk wilayah Padang Polisi.

Kebakaran yang melanda kawasan tersebut menyisakan kekhawatiran terhadap kondisi habitat satwa liar, hutan yang selama ini menjadi tempat mencari makan dan berlindung kini menghadapi perubahan akibat amukan api.

Doris, warga yang mengabadikan momen tersebut, membagikan foto kemunculan dua rusa itu melalui akun Facebook miliknya, IndahQueen Doris.

Dalam keterangannya, Doris mengaitkan kemunculan kedua satwa tersebut dengan kebakaran yang sebelumnya melanda kawasan Padang Polisi.

“Setelah kebakaran hebat melanda desa Bantilang di padang polisi. Pada munculmi kasian ini rusa cari makan dan air di belakang kebunku,” tulis Doris dalam unggahannya, Senin 12 Oktober 2026.

Foto tersebut memperlihatkan seekor rusa dewasa bersama rusa yang lebih kecil sedang berada di aliran air di sekitar perkebunan miliknya.

Kehadiran keduanya di kawasan perkebunan warga diduga berkaitan dengan upaya mencari makanan dan air setelah kebakaran melanda habitatnya. Meski demikian, penyebab pasti kemunculan kedua rusa tersebut belum dapat dipastikan.

Peristiwa ini menjadi potret kecil tentang kehidupan satwa liar di tengah perubahan kondisi lingkungan. Ketika kawasan hutan terbakar, satwa yang bergantung pada ekosistem tersebut berpotensi kehilangan sumber pakan, tempat berlindung, hingga ruang hidupnya.

Dalam kondisi demikian, sebagian satwa dapat berpindah ke kawasan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk mendekati area perkebunan atau permukiman warga.

Bagi warga yang menyaksikannya, kemunculan induk rusa bersama anaknya mungkin menjadi pemandangan yang jarang ditemui.

Namun, di balik momen tersebut, terselip gambaran tentang kehidupan satwa liar yang harus menghadapi perubahan habitat setelah kebakaran hutan.

Di aliran sungai kecil di belakang kebun itu, keduanya sempat meneguk air. Sebuah pemandangan sederhana yang menyisakan pertanyaan tentang bagaimana nasib satwa-satwa liar lainnya setelah api melalap sebagian kawasan hutan yang menjadi tempat mereka hidup.(*)