Sarambang.id – Polemik terkait kasus kebocoran pipa minyak PT Vale Indonesia Tbk, di Kecamatan Towuti, masih mengemuka.
Independensi tim ahli yang melakukan investigasi dan pengujian dipertanyakan, setelah terungkap tim tersebut diundang dan dibiayai langsung oleh PT Vale.
Demikian diungkapkan Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh DPRD Lutim, dan menghadirkan managemen PT Vale, serta pihak terkait, pada Jumat 26/09/25.
Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur, ini menilai adanya dugaan pembohongan publik. itu didasari klaim PT Vale yang menyatakan tumpahan minyak sudah tidak ada dan saat ini fokus pada penyelesaian kompensasi.
“Faktanya, hingga hari ini masih ditemukan minyak berwarna kecokelatan di sungai” ujarnya.
Kepada media, Firman Udding membeberkan bahwa tim ahli yang yang melakukan investigasi dalam kasus kebocoran pipa minyak ini adalah tim yang didatangkan dan dibiayai langsung oleh PT Vale itu sendiri.
Sehingga, ia meragukan independensi hasil uji dari tim yang disebut-sebut netral tersebut.
“Tim ahli yang hadir adalah tim yang didatangkan dan dibiayai langsung oleh PT Vale” Bebernya.
Sementara Head of Corporate Communications PT Vale, Vanda Kusumaningrum, saat dikonfirmasi Minggu 28/09/2025, belum berkenan memberikan tanggapan.
Untuk diketahui, dalam melakukan pengkajian dan investigasi terkait kebocoran pipa minyak di Towuti, PT Vale mengundang Tim Disaster Risk Reduction Center (DRRC) dari Universitas Indonesia (UI).
Tim ini juga diundang oleh PT Vale untuk melakukan investigasi ‘Penyebab Utama’ terjadinya kebocoran minyak perusahaan tambang nikel tersebut.
Saat dikonfirmasi sebelumnya pada 10/09/2025, Head of Corporate Communications PT Vale, Vanda Kusumaningrum, mengatakan bahwa hasil investigasi penyebab kebocoran pipa ini akan diumumkan langsung oleh tim ahli yang sudah melakukan assesment.
“Hasil investigasi itu akan di umumkan oleh independen ahli yang sudah melakukan assesment, pasti akan kita (PT Vale) share” Ujar Head of Corporate Communications PT Vale, Vanda Kusumaningrum, kepada sarambang.id.
Namun hingga saat ini (37 hari pascakejadian), PT Vale belum mengumumkan hasil final dari analisis penyebab kebocoran pipa yang menyebabkan ribuan minyak jenis MFO mencemari sejumlah desa di Kecamatan Towuti, Luwu Timur. (Rif).
