Jadi Penonton di Proyek Pembangunan Jetty PT IHIP, Warga Lampia Soroti Keberadaan PT WIKA

Sarambang.id – Masyarakat dan pengusaha lokal di Lampia, desa Harapan, menggelar rapat konsolidasi membahas maraknya kehadiran kontraktor nasional dalam proyek pembangunan pelabuhan (Jetty) PT Indonesia Huali Industrial Park (PT IHIP) di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur.

Diketahui, pembangunan Jetty PT IHIP tersebut melibatkan kontraktor nasional yakni PT Wijaya Karya Tbk ( PT WIKA).

Dalam Konsolidasi yang berlangsung di Warkop Coffelard Lampia, 05/10/2026 tersebut, terungkap bahwa kontraktor nasional yang terlibat dalam proyek itu mendatangkan armada dari luar daerah dan juga membawa tenaga kerja dari luar area pemberdayaan.

Olehnya itu, kehadiran kontraktor nasional tersebut dinilai tidak memberikan ruang untuk memberdayakan pengusaha dan tenaga kerja lokal di Desa Harapan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Asli Lampia (APAL), Adhil Toamir, mengatakan kehadiran kontraktor nasional yang membawa seluruh armada dan tenaga kerja dari luar dikhawatirkan memutus rantai kemitraan yang sudah terbangun.

Menurutnya, selama ini hubungan yang dibangun antara pengusaha lokal Lampia dengan PT IHIP adalah kolaborasi aktif, dimana tujuan utama dari kemitraan tersebut adalah membangun kerja sama yang saling menguntungkan, pengusaha asli Lampia tidak hanya menjadi penerima dampak investasi, tetapi menjadi bagian dari rantai pasok, penyedia jasa, mitra usaha, dan pemilik peluang ekonomi dari investasi yang masuk.

“Kemitraan yang baik seharusnya berlandaskan saling membutuhkan, mempercayai, memperkuat dan menguntungkan, serta mendorong pengusaha lokal masuk ke dalam rantai pasok industri. Jangan sampai kontraktor nasional mengambil semua porsi pekerjaan, sementara kami yang ada di lingkar tambang dan lingkar industri justru terpinggirkan,” tegas Adhil.

Ia berharap PT IHIP dapat mengevaluasi kembali keberadaan kontraktor nasional tersebut dan tetap konsisten memberikan ruang bagi pengusaha lokal Lampia.

Sementara Sekretaris APAL, Taslim Sente, menegaskan bahwa gerakan ini bukan bentuk penolakan terhadap investasi yang masuk di Luwu Timur.

“Bukan kami menolak investasi, tapi bagaimana pemberdayaan pengusaha lokal dan tenaga kerja lokal bisa diprioritaskan,” tegasnya

Menurutnya, gerakan ini menjadi bentuk pernyataan dalam meminta keadilan terkait pemberdayaan pengusaha dan pekerja lokal.

“Selama ini pengusaha lokal Lampia siap bersaing dan memiliki alat, jangan sampai kami hanya jadi penonton di kampung sendiri, prinsip kami jelas, utamakan pengusaha lokal, berdayakan tenaga kerja lokal,” Tutupnya.

Berdasarkan hasil konsolidasi tersebut, masyarakat dan pengusaha lokal Lampia yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampia Bersatu (AMLB) memutuskan menggelar aksi terhadap PT WIKA, Selasa 06 Oktober 2026, besok.

Dalam surat pernyataan aksi AMLB yang diterima Sarambang.id, massa akan membawa sejumlah tuntutan terkait keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal dalam pembangunan jetty tersebut.

Di antaranya, meminta perusahaan memberdayakan tenaga kerja lokal, memulangkan kontraktor reklamasi dan pengerukan yang didatangkan dari luar, serta memberikan ruang bagi kontraktor lokal dalam pekerjaan pembangunan Port PT IHIP.

AMLB juga meminta penghentian aktivitas mendatangkan unit dump truck dan alat berat dari luar untuk digunakan di area proyek pembangunan Port PT IHIP.(*)