Dinkes Lutim Masifkan Evaluasi Berkala Penanganan Kasus Maternal Perinatal Surveilans

Pemkab Luwu Timur

Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat evaluasi kasus kematian ibu dan bayi melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR).

Upaya tersebut dilakukan melalui Pertemuan AMP-SR yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Luwu Timur beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini menjadi forum untuk mengkaji kasus maternal dan perinatal yang terjadi selama triwulan II 2026. Setiap kasus dianalisis untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu maupun bayi serta mencari langkah perbaikan pelayanan.

Pertemuan menghadirkan tim pengkaji, dr. Mochammad Novad A., Sp.OG dari RS Inco Sorowako dan dr. Misjunaling Palayakun, Sp.A dari RSUD I Lagaligo. Turut terlibat Tim Sekretariat AMP-SR RSUD I Lagaligo serta bidan koordinator dari Puskesmas Burau, Wotu, Tomoni, Angkona, Malili dan Bantilang.

Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur mengatakan, evaluasi melalui AMP-SR merupakan langkah penting untuk memastikan setiap kasus kematian ibu dan bayi dikaji secara menyeluruh.

“Setiap kasus harus menjadi pembelajaran bersama. Kita perlu mengetahui faktor penyebabnya, memperkuat koordinasi antar-fasilitas pelayanan kesehatan, serta memastikan rekomendasi hasil kajian benar-benar ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Luwu Timur menilai evaluasi secara berkala penting dilakukan agar setiap kasus tidak hanya menjadi data, tetapi dapat menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

Melalui AMP-SR, koordinasi antara rumah sakit, puskesmas dan tenaga kesehatan juga diperkuat, terutama dalam mengidentifikasi risiko serta mencegah terulangnya kasus serupa.

Hasil kajian nantinya menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi tindak lanjut bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Luwu Timur.

Dinkes Lutim menegaskan bahwa penguatan surveilans dan evaluasi kasus akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan maternal dan perinatal.