Audiensi antara PT Aliansi Masyarakat Lampia Bersatu (AMLB) dan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (Wika Rekon) belum menghasilkan kesepakatan final.
Diketahui, audiensi tersebut melibatkan Dinas Ketenagakerjaan Luwu Timur yang berlangsung di Site Office Wika Rekon, di Desa Harapan, pada Selasa (6/10/2026).
Dalam pertemuan itu, sejumlah tuntutan AMLB dibahas, termasuk permintaan pemberdayaan tenaga kerja lokal, prioritas masyarakat ring 1 Lampia, serta ruang bagi kontraktor lokal dalam pekerjaan pembangunan Jetty Pelabuhan PT IHIP yang saat ini dikerjakan oleh PT WIKA.
Hasil pembahasan kemudian dituangkan dalam dokumen Minutes of Meeting atau notulen pertemuan.
Namun, dokumen tersebut belum dapat disebut sebagai kesepakatan resmi, lantaran belum dibubuhi tanda tangan dari pihak PT Wika Rekon maupun beberapa pihak yang terlibat dalam pertemuan tersebut.
Dalam salinan notulen yang diterima redaksi, AMLB mengusulkan agar penerimaan tenaga kerja memprioritaskan masyarakat ring 1 atau Lampia dengan komposisi 70 persen, sedangkan 30 persen diperuntukkan bagi masyarakat ring 2 dan daerah lainnya.
Namun, poin tersebut masih menunggu pembahasan dan penegasan lebih lanjut.
Ketua AMLB, Zakkir Mallakani mengungkapkan dalam waktu dekat AMLB akan kembali menemui manejemen PT WIKA untuk memastikan notulen yang tertuang dalam pertemuan sebelumnya sudah disekpati dengan bukti bubuhan tanda tangan oleh pihak-pihak terkait termasuk AMLB dan PT WIKA.
“Keberadaan proyek tersebut harus memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal di wilayah pemberdayaan khususnya Lampia” Tegas Zakkir, kepada media ini Kamis 08/10/23.
Sebelumnya diberitakan, Masyarakat dan pengusaha lokal di Lampia, desa Harapan, yang tergabung dalam AMLB menyoroti keberadaan PT WIKA Rekon selaku kontraktor nasional yang saat ini mengerjakan proyek pembangunan Port Jetty (Pelabuhan) PT IHIP di Lampia.
AMLB membahas persoalan itu dalam rapat yang digelar di Warkop Coffelard Lampia, 05/10/2026.
Kehadiran kontraktor nasional itu dinilai tidak memberikan ruang untuk memberdayakan pengusaha dan tenaga kerja lokal di Desa Harapan dalam pembangunan Jetty.(*)
