Penyelenggaraan Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Sorowako diharapkan menjadi pintu pembuka bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk.
Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, Ober Datte, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan daerahnya menjadi tuan rumah kegiatan yang ditutup di Lapangan Iniaku, Sorowako, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang diikuti peserta dari 23 kabupaten tersebut dinilai tidak hanya mempererat hubungan antarpelaku koperasi, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan pariwisata Luwu Timur kepada pengunjung dari berbagai daerah.
“Kami mengapresiasi kesuksesan Kabupaten Luwu Timur menjadi tuan rumah HARKOPNAS ke-79 di Sorowako yang dihadiri peserta dari 23 kabupaten. Ini merupakan kebanggaan bagi daerah sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan potensi Luwu Timur kepada masyarakat luas,” ujar Ober Datte.
Meski pelaksanaan kegiatan telah berakhir, Ober menilai manfaatnya perlu dilanjutkan melalui langkah konkret. Menurutnya, pertemuan pelaku koperasi dari berbagai daerah dapat menjadi awal terbentuknya jaringan usaha yang membuka peluang pemasaran lebih luas bagi produk lokal.
Ia berharap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan memperbaiki kualitas produk, memperkuat kemasan, serta membangun hubungan dengan mitra usaha potensial.
Di sisi lain, pengembangan koperasi dan UMKM juga memerlukan dukungan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah, DPRD, dan pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat mengambil peran dalam menciptakan lingkungan usaha yang mendukung pertumbuhan pelaku ekonomi lokal.
“Semoga para pelaku usaha semakin berkembang, memiliki akses pasar yang lebih luas, dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Luwu Timur,” tuturnya.
Ober menilai koperasi dan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Perkembangan sektor ini berpotensi membuka kesempatan kerja, memperluas kegiatan usaha, serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Selain produk UMKM, HARKOPNAS juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata dan potensi unggulan daerah. Pengenalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Luwu Timur bagi pengunjung maupun calon mitra usaha.
Ober berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama HARKOPNAS ke-79 tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, tindak lanjut berupa penguatan jaringan pemasaran dan dukungan terhadap pelaku usaha menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut meninggalkan manfaat jangka panjang.
Dengan memanfaatkan momentum tersebut secara berkelanjutan, Luwu Timur diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi ekonomi lokal dan produk UMKM yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
