Soal Pipa Minyak PT Vale, Andi Ahmad Sebut Pihak Keluarganya Kerap Disudutkan dalam Perjuangan Hak

Anggota DPRD Luwu Timur, Andi Ahmad, mengungkapkan kekecewaannya karena keluarganya kerap disudutkan setiap kali muncul aksi warga terkait polemik proyek pipa minyak PT Vale Indonesia Tbk di Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda.

Ia meminta pemerintah daerah dan instansi terkait lebih bijak menyikapi persoalan tersebut serta mengedepankan penyelesaian yang adil bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Andi Ahmad dalam pertemuan warga Balambano dengan manajemen PT Vale Indonesia di Kantor Camat Wasuponda, Kamis (1/10/2026).

Dalam forum tersebut, Andi Ahmad mengaku prihatin melihat kondisi orang tuanya yang telah lanjut usia. Ia mempertanyakan mengapa keluarganya seolah-olah selalu menjadi pihak yang dipersalahkan ketika persoalan di Balambano kembali mencuat.

“Saya ini terus terang sangat miris. Saya lihat orang tua saya sudah berumur semua ini, kenapa perlu kami ketahui seolah-olah kami selalu tertuduh,” ujar Andi Ahmad.

Menurutnya, orang tuanya telah puluhan tahun memperjuangkan hak atas tanah di wilayah Balambano. Namun, ia menilai perjuangan tersebut justru kerap dikaitkan dengan aksi demonstrasi maupun pemblokiran, sehingga keluarganya seolah menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas setiap gejolak yang terjadi.

Andi Ahmad menegaskan, aksi penyampaian aspirasi warga tidak bisa dilepaskan dari persoalan yang hingga kini belum menemukan penyelesaian. Menurutnya, ketika tuntutan masyarakat belum mendapatkan jawaban yang memadai, warga akan terus berupaya menyuarakan kepentingannya.

Ia juga menyinggung perjuangan orang tuanya pada masa lalu dalam mempertahankan wilayah tersebut. Karena itu, ia berharap persoalan yang melibatkan masyarakat tidak terus-menerus berujung pada tudingan terhadap keluarga tertentu.

Andi Ahmad meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait membangun koordinasi yang lebih baik dan membuka ruang penyelesaian yang mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Baginya, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut aksi warga, melainkan juga bagaimana hak masyarakat diperhatikan dan keluhan mereka ditindaklanjuti secara adil.

Polemik proyek pipa minyak PT Vale di Balambano sendiri sebelumnya telah menjadi perhatian DPRD Luwu Timur. Komisi III DPRD menyoroti jalur pipa yang disebut berada hanya beberapa meter dari rumah warga serta menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak.

Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Rivaldi, sebelumnya menegaskan pekerjaan proyek pipa tersebut tidak boleh dilanjutkan sebelum para pihak mencapai kesepahaman dalam rapat lanjutan.

Sementara itu, juru bicara warga Balambano, Risal Mujur, juga telah menyampaikan alasan penolakan masyarakat terhadap proyek tersebut.

Hingga kini, penyelesaian polemik itu membutuhkan tindak lanjut dan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, DPRD, serta pihak perusahaan agar persoalan yang berkembang tidak terus berlarut-larut.