Keselamatan pasien dan tenaga kesehatan menjadi perhatian RSUD I Lagaligo. Untuk mengantisipasi risiko bencana dan kebakaran, rumah sakit tersebut menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap darurat selama dua hari, 21–22 Oktober 2026.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam menghadapi kondisi darurat, mulai dari langkah pencegahan, prosedur evakuasi hingga tindakan cepat ketika terjadi bencana maupun kebakaran di lingkungan rumah sakit.

Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang harus tetap memperhatikan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, serta pengunjung, termasuk ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Melalui sosialisasi dan simulasi ini, RSUD I Lagaligo berupaya memastikan setiap petugas memahami peran dan prosedur yang harus dilakukan saat keadaan darurat terjadi.

Selain memperkuat respons terhadap bencana, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan (safety culture) dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan.

Langkah tersebut menegaskan bahwa kesiapan rumah sakit tidak hanya diukur dari kualitas pelayanan medis, tetapi juga dari kemampuannya melindungi setiap orang di lingkungan rumah sakit saat menghadapi keadaan darurat.(*)

By Arif