Dinas Kesehatan Luwu Timur, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit frambusia, salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pertenue dan banyak ditemukan di daerah tropis.
Frambusia dapat ditularkan melalui perantara lalat atau kontak langsung dengan cairan luka penderita melalui kulit yang sedang luka atau tidak utuh. Penyakit ini ditandai dengan munculnya luka pada kulit, terutama di bagian tubuh yang sering terpapar.
Kepala Dinkes Lutim, dr. Adnan, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor penyebab frambusia, antara lain lingkungan yang kumuh dan lembab, kurangnya menjaga kebersihan diri, kebiasaan jarang mandi, bergantian menggunakan pakaian dengan orang lain, serta adanya luka terbuka atau penyakit kulit seperti kudis dan bisul yang menjadi tempat masuknya bakteri.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menjaga kebersihan diri, mencuci pakaian setiap habis dipakai, rajin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, penting untuk menghindari kontak langsung dengan penderita frambusia.
“Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, kita bisa mencegah penularan frambusia di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Melalui imbauan ini, kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan, sehingga kasus frambusia dapat ditekan di wilayah Luwu Timur.(*)
