Firman Udding: Ukuran Kemerdekaan Terlihat dari Manfaat Pembangunan bagi Warga Lutim

DPRD Luwu Timur

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melihat kembali sejauh mana pembangunan daerah memberikan perubahan bagi masyarakat. Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Menurut Firman, kemerdekaan tidak cukup dimaknai dengan mengenang jasa para pejuang atau melaksanakan berbagai kegiatan seremonial. Nilai kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kerja nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus diisi dengan kerja nyata. Salah satunya memastikan pembangunan benar-benar memberi manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Firman.

Anggaran Daerah Harus Memberikan Dampak

Firman menyoroti pentingnya memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan anggaran tidak semestinya hanya dilihat dari tingkat realisasi belanja.

Ia menilai setiap program yang dibiayai APBD harus memiliki hasil yang jelas dan dapat dirasakan masyarakat. Sejumlah kebutuhan dasar seperti pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi perlu menjadi perhatian dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Setiap rupiah APBD harus direncanakan dan digunakan secara tepat. Anggaran harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan yang mereka butuhkan,” katanya.

Karena itu, Firman mendorong agar proses perencanaan pembangunan benar-benar menggunakan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat sebagai dasar penentuan program.

Keberhasilan Diukur dari Perubahan

Menurut Firman, masyarakat tidak akan menilai pembangunan hanya berdasarkan laporan pemerintah maupun besarnya anggaran yang telah dikeluarkan. Ukuran yang lebih nyata adalah perubahan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan peningkatan kualitas jalan, kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan, akses pendidikan, ketersediaan fasilitas publik, hingga terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kita jangan hanya berbicara berapa besar anggaran yang dibelanjakan. Yang lebih penting adalah apa manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk memastikan hal tersebut, Firman menilai DPRD dan pemerintah daerah perlu membangun koordinasi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Pengawasan masyarakat juga dinilai penting agar pembangunan berjalan sesuai tujuan.

Mengisi Kemerdekaan melalui Pembangunan

Firman berharap peringatan HUT ke-81 RI dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki arah pembangunan Luwu Timur.

Baginya, kemerdekaan juga bermakna memberikan ruang kepada masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak, mendapatkan pelayanan yang berkualitas, serta memiliki kesempatan meningkatkan taraf ekonomi.

“Ketika masyarakat mendapat pelayanan yang baik, akses pendidikan dan kesehatan, serta kesempatan meningkatkan kesejahteraan, di situlah pembangunan benar-benar mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Ia pun mengajak pemerintah, DPRD dan masyarakat memperkuat peran masing-masing dalam mengawal pembangunan. Dengan komitmen tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui pembangunan yang benar-benar menghadirkan perubahan bagi masyarakat Luwu Timur.