Program PPM PT CLM Bantu Naikkan Produktivitas Petani Jagung di Desa Pemberdayaan

Upaya peningkatan produktivitas petani jagung di wilayah pemberdayaan terus diperkuat PT Citra Lampia Mandiri (CLM) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Program ini dirancang secara menyeluruh dengan menyasar seluruh tahapan pertanian, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga dukungan pasca panen. Langkah tersebut terbukti mampu mendorong peningkatan hasil produksi petani secara signifikan.
Salah satu petani penerima manfaat, Rudi, mengaku merasakan langsung dampak dari program tersebut. Ia menyebut, sebelumnya hanya mampu menanam sekitar 1 kilogram bibit jagung karena keterbatasan biaya. Namun kini, kapasitas tanamnya meningkat hingga 4 kilogram berkat dukungan penuh dari PT CLM.

“Dulu terkendala biaya besar, terutama pupuk. Sekarang semua sudah difasilitasi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, PT CLM menyediakan berbagai kebutuhan pertanian, mulai dari bibit jagung unggul jenis Bisi 18, pupuk kandang, pupuk Urea non-subsidi, NPK, hingga obat-obatan pertanian seperti herbisida, insektisida, dan fungisida. Perusahaan juga menyalurkan bantuan alat mesin pertanian berupa mesin pemipil jagung guna mendukung proses pasca panen.

Manager Eksternal PT CLM, Fauzi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian petani melalui pendekatan hulu ke hilir. Bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian, pihaknya turut melakukan pendampingan langsung di lapangan.

“Mulai dari pembukaan lahan, masa tanam, perawatan, panen hingga pasca panen, semuanya kami fasilitasi melalui program PPM,” jelasnya.

Ia menambahkan, petani cukup menyiapkan lahan dan tenaga kerja, sementara seluruh kebutuhan operasional ditanggung perusahaan. Selain itu, petani juga mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu per hektare setiap bulan hingga masa pasca panen.

Program pengembangan komoditas jagung ini mencakup lahan seluas 20 hektare yang tersebar di lima desa pemberdayaan, yakni Desa Harapan, Desa Pasi-Pasi, Desa Laskap, Desa Pongkeru, dan Desa Puncak Indah. Dari target 4 hektare per desa, realisasi penanaman saat ini telah mencapai 8 hektare.

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, PT CLM juga mulai menyiapkan skema pemasaran hasil panen dengan menjajaki kerja sama bersama Malindo di Makassar, serta membuka peluang pasar lainnya ke depan.

Melalui program ini, PT CLM berharap produktivitas petani terus meningkat, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Luwu Timur. (*)