Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pramuka ke-64, Gerakan Pramuka Kabupaten Luwu Timur mengangkat tema nasional “Kolaborasi Untuk Membangun Ketahanan Bangsa”. Tema ini menggarisbawahi pentingnya kontribusi aktif Gerakan Pramuka dalam memperkuat ketahanan bangsa, khususnya melalui pembinaan karakter generasi muda.
Upacara besar yang digelar di Lapangan Pendidikan Malili ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Wakil Ketua Bina Muda Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Luwu Timur, Sarkawi Hamid, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur. Dalam kesempatan tersebut, Sarkawi menyampaikan pentingnya komitmen bersama untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat kebersamaan dalam membangun bangsa.
“Pramuka harus terus berperan aktif dalam membina generasi muda untuk menghadapi tantangan global, karena ketahanan bangsa dimulai dari karakter yang dibangun sejak dini,” ujar Sarkawi dalam sambutannya.
Peringatan kali ini juga diwarnai dengan beberapa agenda penting yang semakin menegaskan peran Pramuka dalam pengembangan potensi anak muda, antara lain:
-
Penyerahan Sertifikat Pelatih Kwarda Sulsel kepada tiga pelatih Kwartir Cabang Luwu Timur yang telah berjasa dalam membina generasi muda Pramuka, yakni Anwar Sada, S.Pd., M.Si., Andi Nurlaelah, S.Pd., M.Pd., dan Widyawati, S.Pd.
-
Pelepasan Kontingen Luwu Timur untuk mengikuti World Muslim Scout Jambore 2025 di Cibubur, Jakarta. Kontingen yang berasal dari Ponpes Nurul Junaidiyah Lauwo, Kecamatan Burau, ini menandakan semakin meluasnya jaringan dan kesempatan bagi anggota Pramuka Luwu Timur untuk berkompetisi di tingkat internasional.
-
Pelepasan Kontingen Indaba 1 Tingkat Provinsi Sulsel dengan penyerahan bendera kontingen kepada Ketua Kontingen. Hal ini menunjukkan semakin luasnya ruang bagi anggota Pramuka Luwu Timur untuk mengembangkan diri di berbagai ajang di tingkat provinsi.
Melalui berbagai kegiatan ini, Gerakan Pramuka Luwu Timur kembali menegaskan perannya sebagai garda depan dalam membentuk karakter bangsa, di mana para anggota diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.
