Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Luwu Timur terus mematangkan rencana besar menjadikan Tarengge sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Sulawesi Selatan.
Sekretaris Pansus RPJMD, Prima Eyza Purnama, mengungkapkan bahwa kawasan Tarengge sangat potensial untuk dikembangkan menjadi zona ekonomi strategis, tidak hanya untuk industri hasil perkebunan dan pertanian, tetapi juga sebagai lokasi fasilitas umum dan kawasan industri.
“Kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pusat industri hasil perkebunan dan pertanian, sekaligus untuk pembangunan fasilitas umum. Dari diskusi ini, kami melihat peluang besar untuk merealisasikan kawasan ekonomi baru Tarengge, yang menjadi program strategis Pemkab Luwu Timur,” ujar Prima Eyza usai pertemuan dengan pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional VIII Sulawesi Selatan di Makassar. Sabtu 05/07/25.
Kawasan Tarengge yang terletak di Kecamatan Wotu telah masuk dalam peta pengembangan ekonomi jangka menengah daerah. Tidak hanya mengandalkan sektor agribisnis, wilayah ini juga disiapkan untuk menopang kawasan industri pertambangan dengan hadirnya tiga blok Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) mineral logam, yakni Blok Bulubalang, Lingke Utara, dan Pongkeru.
Kunjungan Pansus RPJMD ke sejumlah instansi termasuk PTPN I dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sulsel, merupakan bagian dari upaya merancang RPJMD yang realistis dan menyeluruh.
“Sinkronisasi lintas sektor sangat penting agar pembangunan kawasan ini memiliki dasar hukum, ekosistem pendukung, dan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat,” tambah Prima.
Dengan perencanaan matang yang berpijak pada potensi lokal dan peluang investasi, Tarengge digadang-gadang akan menjadi lokomotif ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya saing Luwu Timur dalam skala regional.(*)
