Tiga Desa di Burau Langganan Banjir, Fraksi GPR DPRD Lutim Sebut PTPN “Biang Kerok”

Rusdi Layong

Sarambang.id, Luwu Timur – Kritik tajam dilontarkan Fraksi Gerakan Persatuan Rakyat (GPR) DPRD Luwu Timur terhadap perusahaan BUMN, PTPN IV Unit I Luwu, yang dianggap sebagai penyebab utama banjir tahunan di Kecamatan Burau.

Hal itu beberkan dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024, yang digelar Rabu (16/07/25).

Anggota DPRD Lutim, Rusdi Layong mewakili Fraksi GPR secara terang-terangan menyebut PTPN di Burau sebagai aktor utama di balik bencana yang menimpa warga Desa Lagego, Burau Pantai, dan Lauwo.

“Maka dari itu, kami dari Fraksi GPR berharap kepada pemerintah turun dan segera berkoordinasi dengan pihak PTPN dan PKS Luwu di Burau, yang merupakan ‘biang kerok’ terjadinya banjir,” ujarnya dalam forum resmi tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa permasalahan banjir di tiga desa itu selalu berulang tiap tahun, namun tidak pernah ada solusi konkret.

Ia pun mengingatkan agar penyampaian dari Fraksi GPR ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

“Semoga ini jadi catatan penting untuk kita semua, karena ini (banjir) sudah sangat meresahkan bagi masyarakat kita yang ada di Kecamatan Burau” Harapnya.

Untuk diketahui, fraksi GPR merupakan 4 anggota DPRD keterwakilan dari 3 partai yakni, Sarkawi (Gerindra), Inmanuddin (PPP), Rusdi Layong (Gelora), dan I Wayan Suparta, (Gerindra).

Sebelumnya diberitakan, Warga Desa Lagego, Kecamatan Burau, Luwu Timur, hanya bisa pasrah saat banjir bercampur lumpur menggenangi permukiman mereka, Kamis malam (11/07/2025). Tak hanya sekali, banjir tersebut datang dua kali dalam satu malam.

Tak hanya desa Lagego, dua desa lainnya di Kecamatan Burau, yakni desa Burau Pantai dan Lauwo juga mengalami banjir.

Informasi yang dihimpun, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur Luwu Timur, namun, warga juga menduga banjir tersebut merupakan imbas dari aktivitas PTPN IV Unit I Luwu yang beroperasi di sekitar desa.

Kepala Desa Lagego, Akbar Huzair, langsung turun meninjau lokasi terdampak keesokan harinya, salah satu titik yang menjadi perhatiannya adalah kawasan tambak ikan milik warga di Dusun Lagego 1.

“Pagi ini kami tinjau langsung tambak warga. Kurang lebih ada 30 hektare tambak yang terdampak,” ungkap Akbar. (Rif)