Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, meminta seluruh pihak memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Kabupaten Luwu Timur yang bersih, nyaman, aman, dan sehat.
Ia juga menegaskan, evaluasi program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tidak boleh berhenti pada pembahasan dan penyusunan rekomendasi, tetapi harus ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan terukur.
Hal tersebut disampaikan Puspawati saat membuka Pertemuan Evaluasi Penyelenggaraan Forum Kabupaten, Kecamatan, dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat Tahun 2026 di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Senin (2/11/2026).
Menurut Puspawati, keberhasilan mewujudkan Kabupaten Sehat membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh sektor terkait. Pelaksanaannya harus terintegrasi dengan program dan kegiatan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saya berharap melalui kegiatan evaluasi ini, kita semua dapat menilai capaian kinerja dan peran forum di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. Kemudian mengidentifikasi kendala dan tantangan di lapangan.
Serta, merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program ke depan,” ujar Puspawati.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memberikan dukungan melalui penguatan regulasi, alokasi sumber daya, maupun dukungan teknis.
Puspawati juga mengingatkan agar setiap hasil evaluasi diterjemahkan menjadi rencana tindak lanjut yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya meminta sekretariat untuk mendokumentasikan semua rekomendasi dengan baik. Mari kita buktikan bahwa komitmen kita untuk membangun kesehatan dari desa adalah komitmen yang nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 dan Nomor 1138/Menkes/PB/VIII/2005.
Ia menyebut, pertemuan evaluasi tersebut bertujuan menilai perkembangan program, memastikan pencapaian indikator kesehatan nasional, serta meningkatkan sinergi dengan sektor terkait.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri kepala OPD, camat, kepala puskesmas se-Luwu Timur, kepala desa, serta perangkat daerah terkait. Pertemuan tersebut juga menghadirkan Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Sulawesi Selatan, Muslim Rasyid, sebagai narasumber.(*)

