80 Persen Warga Luwu Timur Hidup dari Pertanian, DPRD Minta Dukungan Nyata

Peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum penting untuk memperjuangkan kebutuhan petani serta kembali menyoroti nasib mereka yang hingga kini masih berjuang dengan berbagai keterbatasan.

Anggota DPRD Luwu Timur dari Komisi II, Firman Udding, menyampaikan harapannya agar pemerintah tidak hanya memberi perhatian secara seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah-tengah petani dengan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka.

Menurutnya, dibutuhkan langkah konkret dalam memperbaiki infrastruktur pertanian, memperkuat akses teknologi, serta memastikan harga hasil panen benar-benar berpihak pada petani.

“Semoga petani bisa sejahtera. Pemerintah harus hadir di tengah petani untuk memberikan kebijakan yang mampu meningkatkan taraf hidup mereka,” ungkap Firman.

Firman menegaskan, sekitar 80 persen masyarakat Luwu Timur menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dalam arti luas. Karena itu, sektor pertanian harus mendapat perhatian penuh, khususnya melalui porsi anggaran yang lebih besar untuk meningkatkan kemandirian para petani.

Ia juga berharap profesi petani tidak lagi termarjinalkan, melainkan dipandang sebagai pekerjaan mulia yang layak diberi penghargaan serta imbalan yang sepadan atas kerja keras dalam menyediakan pangan di Bumi Batara Guru. Untuk itu, generasi muda didorong agar tertarik terjun ke sektor pertanian dengan dukungan teknologi dan inovasi.

Selain akses teknologi, Firman menilai petani di Luwu Timur perlu mendapat kemudahan dalam memperoleh benih unggul, pupuk berkualitas, serta permodalan yang memadai guna meningkatkan produktivitas. Perbaikan infrastruktur, mulai dari irigasi, jalan tani, hingga gudang penyimpanan, juga menjadi kebutuhan mendesak agar proses produksi, distribusi, dan pemasaran hasil tani lebih efisien.

“Dengan dukungan penuh terhadap sektor pertanian, kita berharap terwujud Petani Luwu Timur yang maju dan sejahtera,” tutup Firman.(*)