Tak Sekadar Kuliah, 9 Mahasiswa Unanda Palopo Jajal Dunia Industri di Taiwan

Peluang mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo menembus dunia kerja internasional mulai terbuka. Sebanyak sembilan mahasiswa laki-laki resmi diberangkatkan ke Taiwan untuk mengikuti program magang industri selama enam bulan, Senin (12/10/2026).

Keberangkatan gelombang pertama ini menjadi langkah awal Unanda dalam memperluas akses pengalaman kerja lintas negara bagi mahasiswanya. Tak hanya sembilan peserta yang diberangkatkan, sebanyak 37 mahasiswa lainnya kini tengah menjalani persiapan administrasi untuk mengikuti program serupa.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama strategis antara Unanda dan HCT E-COMMERCE CO., LTD. Kemitraan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja industri internasional sekaligus mengasah kompetensi di luar ruang perkuliahan.

Ketua Perhimpunan Tenaga Kerja Indonesia Bergengsi (PTKIB), Dr. Anugrah Pradana, SE., M.Si., hadir langsung dalam pelepasan dan pendampingan peserta bersama Sekretaris PTKIB, Faisal, S.Sos., M.Si.

Pengiriman mahasiswa ke Taiwan menjadi salah satu upaya Unanda menerjemahkan visi Kampus Berdampak ke dalam pengalaman nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori akademik, tetapi juga diharapkan mampu beradaptasi dengan budaya kerja, kedisiplinan, dan standar profesional di lingkungan internasional.

Namun, keberhasilan program ini tidak semata-mata diukur dari jumlah mahasiswa yang diberangkatkan. Pengalaman kerja yang relevan, perlindungan peserta selama magang, serta manfaat yang diperoleh setelah kembali ke Indonesia menjadi aspek penting agar program tersebut benar-benar memberikan dampak bagi mahasiswa.

Selama enam bulan di Taiwan, sembilan peserta diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan profesional, dan membangun kesiapan menghadapi persaingan dunia kerja.

Dengan 37 mahasiswa lainnya yang sedang mempersiapkan keberangkatan, program ini berpotensi menjadi jalur pengembangan kompetensi internasional bagi lebih banyak mahasiswa Unanda.

Tantangan selanjutnya adalah memastikan kesempatan tersebut tidak berhenti pada keberangkatan ke luar negeri, tetapi juga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi terukur dan mampu membawa pulang pengalaman serta pengetahuan untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa.(*)