Sejumlah inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan puskesmas di Kabupaten Luwu Timur mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dalam ajang Semiloka Nasional VI dan Jambore Puskesmas Nasional (Jampusnas) III APKESMI 2026, Dinas Kesehatan Luwu Timur berhasil mengumpulkan delapan penghargaan dari berbagai kategori.

Prestasi tersebut diraih dalam kegiatan yang berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kompetisi ini mempertemukan berbagai puskesmas dari seluruh Indonesia dalam lomba karya tulis ilmiah dan inovasi pelayanan kesehatan.

Salah satu capaian tertinggi datang dari Puskesmas Burau. Sirjhon Paladan, SKM., M.Kes., berhasil meraih Juara I lomba karya tulis ilmiah melalui penelitian berjudul “Faktor Risiko yang Memengaruhi Kejadian Stunting pada Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Burau”.

Prestasi lainnya disumbangkan dr. Nurul Asmi Mansyur dari Puskesmas Kalaena yang meraih Juara III melalui karya ilmiah “Transformasi Promosi Kesehatan Digital: Integrasi Layanan Audiovisual dan Portal QR Code dalam Edukasi Penyakit Tidak Menular di UPTD Puskesmas Kalaena.”

Pada bidang inovasi pelayanan, sejumlah puskesmas di Luwu Timur juga memperoleh pengakuan melalui program yang dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.

Kategori Utama berhasil diraih dua puskesmas. Puskesmas Angkona memperoleh penghargaan melalui inovasi “GPS TB (Gerakan Pemicuan Stop TBC)” yang digagas H. Usman, S.Kep., Ns.

Sementara Puskesmas Lakawali mendapat penghargaan berkat inovasi “Optimalisasi Akses Informasi dengan Pemanfaatan Media Digital untuk Mengetahui Usia Tumbuh Gigi Geraham Permanen Pertama pada Anak (Peta Gigi Permen Anak)” yang dikembangkan drg. Asti Puspita Adnan.

Di kategori Madya, Puskesmas Mangkutana mendapatkan penghargaan melalui program “Skrining, Edukasi, dan Pemantauan Hipertensi untuk Hidup Aktif Tanpa Komplikasi dengan Kelas Hipertensi di Desa Kasintuwu” yang diusung Hestika Jein Adji, S.Kep., Ns.

Penghargaan kategori yang sama juga diraih Puskesmas Nuha melalui inovasi “KIPAS PELUK ASA” hasil pengembangan dr. Eka Lestari.

Adapun kategori Paripurna diraih Puskesmas Tomoni Timur melalui inovasi “Sistem Informasi Surveilans Tomoni Timur (SISTUR)” yang dikembangkan Widia Maharani, M.K.M.

Selain capaian dari para peserta, Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur juga menerima penghargaan atas partisipasi aktif dalam penyelenggaraan APKESMI 2026.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kesehatan di daerah, bukan semata-mata pencapaian individu yang mengikuti kompetisi.

Ia menilai keterlibatan kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan seluruh jajaran Dinas Kesehatan menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya berbagai gagasan serta inovasi pelayanan.

“Alhamdulillah, capaian 8 penghargaan tingkat nasional ini merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar dr. Helmy.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur atas dukungan terhadap pembangunan sektor kesehatan. Apresiasi turut diberikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

Menurut dr. Helmy, penghargaan yang diperoleh harus menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan. Pengakuan di tingkat nasional bukanlah akhir dari upaya peningkatan pelayanan, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin profesional, merata, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, kami akan terus berbenah, berinovasi, dan memperkuat sinergi agar prestasi ini menjadi pijakan untuk mewujudkan masyarakat Luwu Timur yang lebih sehat, maju dan sejahtera,” ujarnya.

Capaian di Lombok tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi jajaran kesehatan, tetapi juga mendorong penerapan inovasi yang telah memperoleh penghargaan agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Luwu Timur.

By Arif