Dinas Pertanian Luwu Timur Bangun Infrastruktur Pertanian, Puluhan Kilometer Jalan dan Irigasi Tuntas di 2025

Pemkab Luwu Timur

Komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memperkuat sektor pertanian terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur penunjang. Sepanjang tahun 2025, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur berhasil menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta jalan pertanian di sejumlah wilayah sentra produksi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur, Subhan, menjelaskan bahwa keberadaan infrastruktur tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Selama tahun 2025, Dinas Pertanian telah membangun 11 unit jaringan irigasi tersier dengan total panjang 3.149,3 meter yang tersebar di tiga kecamatan. Menurutnya, peningkatan jaringan irigasi mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga aktivitas budidaya dapat berjalan lebih optimal.

“Perbaikan sistem irigasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan indeks pertanaman, memperluas lahan yang dapat ditanami, sekaligus mengurangi risiko kekeringan yang dapat memengaruhi hasil panen,” ujar Subhan.

Selain sektor irigasi, pembangunan akses menuju lahan pertanian juga menjadi perhatian. Tercatat sebanyak 98 unit jalan pertanian berhasil diselesaikan di 11 kecamatan, yang terdiri dari 67 unit Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 41.487,43 meter dan 31 unit Jalan Produksi dengan total panjang 14.982 meter.

Subhan menilai, keberadaan jalan pertanian tersebut sangat membantu aktivitas petani, mulai dari pengangkutan alat dan mesin pertanian hingga memperlancar distribusi hasil panen.

“Dengan akses yang semakin baik, biaya angkut dapat ditekan, waktu distribusi menjadi lebih singkat, dan potensi kehilangan hasil panen juga bisa diminimalkan. Ini tentu berdampak pada peningkatan efisiensi usaha tani,” katanya.

Untuk tahun 2026, Dinas Pertanian telah menyiapkan program lanjutan berupa pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 1.400 meter. Program tersebut diprioritaskan pada kawasan yang masih membutuhkan layanan irigasi guna mendukung optimalisasi lahan pertanian dan memperkuat target swasembada pangan.(*)