Kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan menjadi salah satu alasan Anggota DPRD Luwu Timur, Dwi Heryanto, mendorong peningkatan infrastruktur jalan masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2027.
Menurutnya, kondisi jalan yang memadai berpengaruh langsung terhadap mobilitas warga, kegiatan ekonomi, hingga kemudahan masyarakat menjangkau berbagai layanan publik.
Hal itu disampaikan Dwi saat menghadiri kegiatan rekapitulasi rencana pengadaan fisik dan nonfisik di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (20/10/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan program pembangunan untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027.
Kegiatan yang dibuka oleh anggota DPRD Luwu Timur, Sukasman, itu turut dihadiri perangkat desa, staf sekolah, dan unsur pendidikan yang menyampaikan usulan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.
Jalan Memengaruhi Aktivitas Ekonomi Warga
Dwi menilai, pembangunan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur fisik. Akses jalan yang baik juga menentukan kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian dan perkebunan.
Jalan yang memadai dapat membantu memperlancar pengangkutan hasil produksi dari lokasi usaha menuju pasar maupun tempat distribusi. Sebaliknya, kondisi jalan yang kurang baik berpotensi menambah hambatan dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
“Peningkatan infrastruktur jalan perlu menjadi perhatian dalam penyusunan RAPBD 2027. Jalan yang baik akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Dwi Heryanto.
Atas dasar itu, ia berharap usulan perbaikan maupun peningkatan jalan yang disampaikan dalam proses perencanaan dapat ditelaah secara serius oleh pemerintah daerah.
Penentuan Anggaran Harus Berdasarkan Prioritas
Dwi juga mengingatkan bahwa tidak semua usulan pembangunan dapat direalisasikan secara bersamaan. Karena itu, penyusunan RAPBD perlu mempertimbangkan tingkat kebutuhan, kondisi aktual infrastruktur, serta dampak yang akan dihasilkan bagi masyarakat.
Menurutnya, program yang mendesak dan memberikan manfaat luas perlu mendapat perhatian dalam proses penentuan alokasi anggaran. Pendekatan tersebut diperlukan agar belanja pembangunan benar-benar menjawab persoalan warga.
Ia berharap proses rekapitulasi tidak berhenti pada penghimpunan daftar usulan, tetapi menjadi dasar evaluasi untuk menentukan program yang paling relevan dengan kebutuhan setiap wilayah.
DPRD Kawal Aspirasi dalam Perencanaan 2027
Kehadiran Dwi dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD mengawal aspirasi masyarakat agar dapat dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Rekapitulasi kebutuhan fisik dan nonfisik di Kecamatan Mangkutana diharapkan membantu pemerintah menyusun program yang lebih terarah, sekaligus memperkuat koordinasi antara legislatif dan perangkat daerah.
Dwi berharap RAPBD Luwu Timur 2027 mampu memberikan perhatian terhadap pemerataan infrastruktur, termasuk akses jalan yang menunjang aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.
Dengan perencanaan yang berbasis kebutuhan lapangan serta penganggaran yang tepat sasaran, peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, memudahkan distribusi hasil produksi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Luwu Timur secara berkelanjutan.
