Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Andi Ahmad, S.AN, menunjukkan komitmennya dalam membangun desa dengan pendekatan berbasis ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi. Dalam kegiatan reses perseorangan masa sidang III tahun 2024-2025 di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, ia menyampaikan rencana strategis menjadikan desa tersebut sebagai lumbung pangan utama untuk wilayah Wasuponda.
Andi menyatakan bahwa dana pokok pikirannya (pokir) tahun 2025 sebesar Rp1,6 miliar akan difokuskan sepenuhnya untuk Desa Ledu-Ledu. Program ini akan mencakup pengembangan infrastruktur pertanian, penyediaan alat mesin pertanian (alsintan), dan penguatan kapasitas petani lokal melalui pembentukan brigade pangan.
“Saya ingin menjadikan Ledu-Ledu sebagai pusat ketahanan pangan. Bukan sekadar slogan, tapi kita wujudkan dengan program yang menyentuh langsung petani dan masyarakat,” tegas Andi Ahmad di hadapan ratusan warga yang hadir.
Tak hanya sektor pertanian, Andi juga menyasar pelaku ekonomi mikro. Sebesar Rp500 juta dialokasikan untuk program bantuan modal usaha bagi UMKM, yang akan diberikan langsung kepada setiap kepala keluarga (KK) penerima, dengan besaran Rp2,5 juta per KK. Ia menekankan bahwa bantuan ini tidak akan disalurkan melalui kelompok, melainkan langsung ke warga, agar lebih tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan langsung oleh pelaku usaha kecil.
Langkah ini disambut antusias oleh warga yang hadir. Tepuk tangan dan teriakan dukungan menggema di lokasi reses. “Inilah sosok perwakilan kita di DPRD Luwu Timur,” seru seorang warga yang hadir.
Andi Ahmad, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Ledu-Ledu, mengakui bahwa masih banyak program yang belum sempat terealisasi di masa jabatannya terdahulu. Kini, sebagai wakil rakyat di DPRD, ia menyatakan siap memperjuangkan aspirasi warga melalui jalur legislatif.
Reses tersebut dihadiri pula oleh perwakilan pemerintah Kecamatan Wasuponda, pemerintah desa, serta sejumlah tokoh masyarakat, agama, dan adat. Dalam sesi dialog, masyarakat berharap agar seluruh aspirasi yang telah disampaikan bisa benar-benar diperjuangkan, tidak hanya dijanjikan.
“Warga berharap komitmen ini bukan hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi kenyataan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Dengan pendekatan berbasis ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi langsung ke masyarakat, Andi Ahmad dinilai tengah membangun model pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif.
