Kegiatan reses perseorangan anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, di Kecamatan Wasuponda membuka ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan berbagai persoalan mendesak yang mereka hadapi. Aspirasi yang mencuat dari warga mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari persoalan infrastruktur, agraria, hingga pemberdayaan generasi muda.
Dalam reses masa sidang III tahun 2024/2025 ini, Firman menerima berbagai masukan langsung dari masyarakat dua desa yang hadir. Salah satu keluhan paling mendesak datang dari warga Dusun Kotine, Tole-Tole, dan Kampung Baru yang meminta pembangunan buronjong (penahan tebing) untuk mengatasi ancaman longsor dan banjir yang kerap mengganggu aktivitas pertanian dan pemukiman.
“Buronjong adalah kebutuhan mendesak. Kalau ini tidak segera ditangani, bisa berdampak langsung pada keselamatan dan penghidupan warga,” ujar Firman setelah mendengar keluhan warga.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan akan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan akses infrastruktur pertanian yang lebih memadai. Selain itu, isu pembebasan lahan menjadi sorotan, karena sebagian wilayah kebun, sawah, dan pemukiman warga kini masuk dalam kawasan tertentu yang menghambat aktivitas dan kepemilikan lahan.
Dari kalangan pemuda, aspirasi berbeda namun tak kalah penting disampaikan. Mereka menyoroti kebutuhan akan pelatihan kerja dan kursus keterampilan, sebagai langkah persiapan menghadapi perkembangan kawasan industri yang mulai tumbuh di wilayah tersebut.
“Kita ingin anak-anak muda siap menghadapi tantangan ke depan. Industri masuk, tapi mereka perlu dibekali keterampilan. Itu yang harus kita siapkan bersama,” tegas Firman.
Kegiatan reses ini turut dihadiri Camat Wasuponda, perwakilan Dinas Pertanian, Kepala Desa Kawata, serta berbagai tokoh masyarakat, agama, adat, dan pemuda. Dalam sambutannya, Camat menegaskan pentingnya momen reses sebagai bagian dari proses demokrasi yang menghadirkan anggota dewan langsung di tengah masyarakat.
Menutup kegiatan, Firman Udding menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Ini bukan sekadar catatan, ini komitmen. Saya akan terus berjuang agar pembangunan merata dan warga Luwu Timur bisa merasakan kesejahteraan yang nyata,” tutupnya.
