Ada yang istimewa dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah. Selain mengenang keteladanan Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga menjadi panggung bagi para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, mulai dari 1 juz hingga 30 juz.
Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, turut hadir menyaksikan momen tersebut. Baginya, wisuda para hafizh dan hafizhah bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi gambaran dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kesabaran dan kedisiplinan.
“Lebih istimewa lagi, kegiatan ini dirangkaikan dengan wisuda para hafizh dan hafizhah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 1 juz hingga 30 juz,” kata Firman.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lahir begitu saja. Ada peran orang tua, para ustaz dan ustazah, serta doa dan perjuangan para santri yang terus menjaga hafalannya.
Firman berharap Al-Qur’an yang telah dihafalkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi pedoman yang membentuk karakter para santri dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga setiap ayat yang telah dihafalkan menjadi cahaya dalam kehidupan, penuntun dalam setiap langkah,” ujarnya.
Momentum Maulid Nabi, lanjut Firman, juga menjadi kesempatan untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kesabaran, perjuangan dan kasih sayang.
Ia berharap para hafizh dan hafizhah kelak tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kecerdasan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada para hafizh dan hafizhah, membahagiakan kedua orang tua, memberikan kemuliaan kepada para guru, serta menjadikan generasi Qur’ani sebagai generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” tuturnya.
