PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menggelar Refresh Training Pengawas Operasional bagi para pengawas operasional dan pengawas teknis, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan operasional pertambangan.
Pelatihan tersebut bertujuan menyegarkan kembali pemahaman para pengawas mengenai tugas, tanggung jawab, dan kewenangan dalam menjalankan fungsi pengawasan. Materi yang diberikan juga mencakup penerapan K3, pengelolaan risiko, pengawasan aktivitas operasional, serta kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang berlaku.
Tidak sekadar mengulang materi, kegiatan ini diarahkan agar para peserta mampu menerapkan pengetahuan dan kompetensi tersebut secara konsisten dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Peran pengawas dinilai penting dalam memastikan setiap pekerjaan berlangsung secara aman, efektif, dan sesuai dengan standar perusahaan maupun kaidah pertambangan yang baik (good mining practice).
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan melalui penyampaian materi, diskusi, studi kasus, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan pengawasan yang dihadapi di lapangan.
Metode tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengawas dalam mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan pengendalian risiko, serta membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.
Superintendent HRGA PT CLM, Amran, ST., mengatakan peningkatan kompetensi pengawas merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus produktif.
“Pengawas operasional memiliki peran strategis dalam memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur dan standar keselamatan. Melalui refresh training ini, kami berharap kompetensi dan kepedulian terhadap K3 semakin kuat sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional perusahaan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Refresh Training Pengawas Operasional memiliki sejumlah sasaran. Salah satunya memperbarui pengetahuan peserta terkait perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan pertambangan, termasuk ketentuan K3 pertambangan, SMKP Minerba, serta kebijakan internal perusahaan yang berlaku.
Pelatihan juga ditujukan untuk menyegarkan kompetensi dasar Pengawas Operasional Pertama (POP), terutama terkait tugas, tanggung jawab, dan kewenangan pengawas.
Selain itu, peserta diperkuat dalam kemampuan mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian serta pengendalian risiko melalui pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC).
Aspek kepemimpinan keselamatan (safety leadership) turut menjadi perhatian. Para pengawas dibekali kemampuan melakukan pengawasan aktif, coaching, serta menerapkan disiplin K3 kepada pekerja yang berada dalam pengawasannya.
Materi lainnya mencakup peningkatan kemampuan dalam investigasi kecelakaan dan pelaporan insiden, standardisasi penerapan prosedur kerja aman, permit to work, sistem tanggap darurat, serta kesiapan menghadapi audit dan inspeksi, baik internal maupun eksternal.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kompetensi pengawas tetap memenuhi ketentuan regulasi dan persyaratan sertifikasi yang berlaku.
Melalui kegiatan tersebut, PT CLM berharap seluruh pengawas dapat semakin profesional, disiplin, dan konsisten dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan.
Dengan kompetensi yang terus diperbarui, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, meningkatkan kualitas operasional, serta mendukung terciptanya kinerja perusahaan yang berkelanjutan.
