PT Vale, Danau Matano dan Patahnya Stigma Tambang ‘Merusak’ Lingkungan

Sarambang.id – Berbicara soal tambang dan operasional pertambangan kadang tak lepas dari stigma masyarakat tentang tambang merusak lingkungan.

Mulai dari laut yang berubah merah, hutan yang gundul, hingga sungai dan danau yang berubah warna keruh kecoklatan.

Namun di Luwu Timur, tepatnya di Sorowako, Kecamatan Nuha, tambang Nikel PT Vale Indonesia yang beroperasi berdampingan dengan danau, hingga saat ini masih menyuguhkan pemandangan air sebening kristal.

Danau Matano adalah danau tektonik terdalam se-asia tenggara dan menjadi danau purba warisan alam yang masih terjaga di Bumi Batara Guru, juga merupakan salah satu destinasi wisata andalan yang wajib dikunjungi jika ke Luwu Timur.

Jernihnya Danau Matano di Sorowako menjadi saksi yang mempertegas bahwa industri pertambangan masih ada yang berpihak dan komitmen menjaga lingkungan disekitar wilayah operasionalnya.

Lebih dari setengah abad danau Matano berdampingan dengan kegiatan operasional pertambangan PT Vale indonesia, jernihnya danau seolah menjadi cerminan bagaiamana PT Vale menjaga lingkungan selama ini.

Masyarakat menilai, jika melihat beningnya danau Matano, stigma tentang tambang perusak lingkungan seketika langsung terpatahkan sekaligus menjadi contoh bahwa aktivitas tambang dapat dilakukan dengan menerapkan pendekatan lingkungan.

Hal ini juga diungkapkan oleh Fachry Fachreza, mahasiswa teknik Geologi Universitas Mulawarman, yang menjadi salah satu peserta Duta Minerba Goes to Site tahun lalu yang mengunjungi site PT Vale di Sorowako Luwu Timur.

“Stigma tambang merusak lingkungan langsung hilang begitu melihat Danau Matano” Ujarnya, Sabtu 28/03/2026.

Lantas, bagaiamana PT Vale menjaga kwalitas dan kejernihan danau Matano yang masih menjadi salah satu warisan purba kebanggan di Luwu Timur?

Faktanya, ada lebih dari 100 kolam pengendapan (Settling Pond) di Blok Sorowako, dimana air limpasan hujan dari area tambang akan melewati kolam ratusan kolam pengendapan ini sebelum menyentuh danau.

Tak hanya itu, PT Vale memiliki teknologi canggih penjernih air LGS (Lamella Gravity Settlers), teknologi ini diklaim mampu memisahkan padatan dengan sangat cepat dan efisien sehingga air yang keluar akan sangat jernih dan memenihi standar baku mutu yang ketat.

Tak lepas dari itu, PT Vale memantau rutin setiap tetes air melalui laboratorium independen terakreditasi standar internasional (IPHA) untuk memastikan kadar TSS dan Cr6+ akan tetap berada jauh dibawah ambang batas regulasi Permen LH No.9 Tahun 2006. ini alaasan mengapa ekosistem danau Matanontetap terjaga hingga saat ini.

Penerapan sistem SWAP (Steam, Water, Air and Power) secara online juga diterapkan PT Vale untuk memantau jalur distribusi air daur ulang pabrik dan mencatatnya secara real-time.

Semua teknologi dan pemantau itu diterapkan untuk memastikan danau matano tetap jernih sebening kristal dan ekosistem danau yang tetap terjaga hingga dimasa depan.(Rif)