Reses Firmanudding, Warga Tarabbi Dorong Pelatihan Kerja dan Peningkatan Keterampilan

DPRD Luwu Timur

Kebutuhan masyarakat Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Dalam reses Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, warga turut menyampaikan pentingnya program peningkatan keterampilan dan akses terhadap kesempatan kerja.

Reses Perseorangan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 yang berlangsung Jumat (14/8/2026) tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Kebutuhan Dasar Masih Jadi Perhatian

Sejumlah aspirasi pembangunan disampaikan warga dalam pertemuan tersebut. Salah satunya berkaitan dengan perbaikan jaringan irigasi yang dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian.

Masyarakat juga mengusulkan penyediaan fasilitas air bersih serta peningkatan akses jalan desa dan jalan tani.

Di bidang fasilitas umum, warga berharap adanya lampu penerangan jalan umum untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Sementara pada sektor pendidikan, masyarakat menyampaikan kebutuhan mobiler sekolah guna menunjang proses belajar mengajar.

Penataan halaman rumah ibadah juga menjadi salah satu usulan yang disampaikan dalam forum tersebut.

Warga Minta Peluang Tingkatkan Kompetensi

Di luar kebutuhan infrastruktur, warga Tarabbi menilai peningkatan keterampilan kerja perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dinilai dapat membantu masyarakat meningkatkan kemampuan sekaligus membuka peluang memperoleh pekerjaan.

Warga berharap program ketenagakerjaan tidak hanya bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan pasar kerja.

Dengan keterampilan yang lebih relevan, masyarakat lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.

Firman: Aspirasi Harus Dikawal Bersama

Firman Udding mengatakan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang tersedia.

Namun, ia menegaskan setiap aspirasi tetap harus disesuaikan dengan kewenangan pemerintah serta tahapan perencanaan dan penganggaran daerah.

“Dari masyarakat kita mendengar setiap aspirasi dan persoalan yang ada,” kata Firman.

Menurutnya, kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat penting untuk memperoleh gambaran langsung mengenai persoalan yang dihadapi warga.

Ia juga berharap komunikasi dengan masyarakat tidak hanya terjalin ketika agenda reses berlangsung.

“Kita ingin membangun pola hubungan yang tidak hanya berlangsung ketika reses,” ujarnya.

Firman menegaskan reses merupakan bagian dari upaya membangun hubungan berkelanjutan antara wakil rakyat dan masyarakat.