Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur mengingatkan para orang tua untuk rutin membawa balita ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan sekaligus memantau tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Helmi Kahar, mengatakan Posyandu memiliki peran penting dalam membantu orang tua mengetahui kondisi pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
Menurutnya, pemeriksaan rutin di Posyandu memungkinkan petugas kesehatan dan kader melakukan pemantauan terhadap berat badan, tinggi atau panjang badan, serta kondisi gizi anak. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai dengan usianya.
“Posyandu bukan hanya tempat untuk menimbang balita. Di sana orang tua bisa mendapatkan informasi dan edukasi mengenai kesehatan, gizi, serta tumbuh kembang anak. Karena itu, kami mengimbau agar balita rutin dibawa ke Posyandu,” kata dr. Helmi.
Ia menjelaskan, pemantauan secara berkala juga penting untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat masalah pertumbuhan, termasuk risiko kekurangan gizi maupun stunting. Semakin cepat masalah ditemukan, semakin cepat pula langkah penanganan dan pendampingan dapat dilakukan.
Selain pemantauan pertumbuhan, kegiatan Posyandu juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan gizi, pola asuh, imunisasi, hingga berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan anak.
“Orang tua memiliki peran utama dalam memastikan anak tumbuh sehat. Dengan rutin datang ke Posyandu, kondisi anak dapat dipantau secara berkala sehingga apabila ada masalah, bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dinkes Luwu Timur berharap kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu terus meningkat. Kolaborasi antara orang tua, kader Posyandu dan tenaga kesehatan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan generasi Luwu Timur yang sehat dan bebas dari masalah gizi.
