Turnamen sepak bola antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal Kabupaten Luwu Timur dinilai memberikan pelajaran penting tentang bagaimana kompetisi dapat menjadi sarana membangun sikap sportif dan memperkuat hubungan antarpeserta.
Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, mengapresiasi seluruh tim yang telah mengikuti rangkaian pertandingan hingga babak final. Menurutnya, keberhasilan sebuah turnamen tidak semata-mata ditentukan oleh tim yang keluar sebagai juara, tetapi juga dari kemampuan seluruh peserta menjaga suasana kompetisi tetap sehat.
Sarkawi mengatakan, pertandingan memang menghadirkan persaingan untuk meraih kemenangan. Namun, semangat tersebut harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan rasa saling menghargai.
“Kompetisi memang mengajarkan kita untuk berusaha menjadi yang terbaik. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana setiap pemain mampu menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada,” ujar Sarkawi, Senin (3/8/2026).
Ia menilai turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur tersebut memiliki nilai positif bagi lingkungan pemerintahan. Selain menjadi wadah berolahraga, kegiatan itu mempertemukan aparatur dari berbagai instansi dalam suasana yang lebih santai dan penuh kebersamaan.
Menurut Sarkawi, interaksi yang terbangun selama kompetisi dapat menjadi modal untuk memperkuat komunikasi dan hubungan antarlembaga. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah turnamen selesai, tetapi dapat terbawa dalam pelaksanaan tugas pemerintahan sehari-hari.
Ia juga mengapresiasi panitia, pemain, official, serta suporter yang turut menjaga jalannya pertandingan hingga partai final. Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan kompetisi yang aman dan kondusif.
Pada pertandingan final, tim Damkar berhasil memastikan gelar juara setelah mengalahkan Dikbud dengan skor 3-0. Tiga gol kemenangan tersebut masing-masing dicetak oleh Fery, Taddi, dan Uke.
Sarkawi berharap pengalaman dari turnamen tersebut dapat menjadi dorongan untuk mengembangkan kegiatan olahraga yang lebih rutin di Luwu Timur. Ia juga mendorong agar nilai fair play, disiplin, dan saling menghargai terus ditanamkan dalam setiap kompetisi.
“Semangat sportivitas jangan hanya muncul selama pertandingan. Nilai itu harus menjadi kebiasaan, baik dalam olahraga maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
