Dwi Herianto Dorong Kompetisi Antar-OPD Jadi Awal Pembinaan Atlet Luwu Timur

Turnamen sepak bola antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal Kabupaten Luwu Timur dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas pembinaan olahraga daerah.

Anggota DPRD Luwu Timur, Dwi Herianto, mengapresiasi pelaksanaan kompetisi yang mempertemukan 26 tim tersebut. Menurutnya, tingginya keterlibatan peserta menunjukkan adanya potensi besar untuk mengembangkan kegiatan olahraga secara lebih terarah.

Dwi menilai kompetisi antarlembaga sebaiknya tidak berhenti sebagai agenda seremonial dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda olahraga rutin yang memberi ruang bagi masyarakat maupun aparatur untuk menjaga kebugaran sekaligus mengasah kemampuan.

“Turnamen seperti ini jangan hanya dilihat dari siapa yang keluar sebagai juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi ini bisa menjadi bagian dari upaya membangun budaya olahraga dan pembinaan bakat di Luwu Timur,” ujar Dwi, Senin (3/8).

Menurutnya, kompetisi yang berlangsung secara rutin akan memberikan lebih banyak kesempatan bagi para pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Dari proses tersebut, potensi atlet yang memiliki kemampuan lebih baik juga dapat teridentifikasi untuk kemudian mendapat pembinaan lebih lanjut.

Selain aspek prestasi, Dwi menilai kegiatan olahraga bersama turut memberikan manfaat terhadap kebugaran aparatur. Kondisi fisik yang terjaga diharapkan dapat mendukung produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Pada turnamen tahun ini, tim Damkar keluar sebagai juara setelah menundukkan Dikbud dengan skor 3-0 pada laga final. Cabang Dinas Pendidikan dan Perkasa masing-masing menempati posisi juara tiga.

Dwi berharap keberhasilan penyelenggaraan kompetisi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbanyak agenda olahraga di berbagai cabang. Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar secara berkelanjutan, semakin besar pula peluang munculnya atlet-atlet potensial yang dapat membawa nama Luwu Timur pada level yang lebih tinggi.

Ia juga mendorong agar kegiatan olahraga serupa tidak hanya terpusat pada lingkungan pemerintahan, tetapi dapat diperluas dengan melibatkan komunitas, pelajar, pemuda, dan masyarakat umum sebagai bagian dari ekosistem pembinaan olahraga daerah.