Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan Program Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera (Pandu Juara) berjalan sesuai target.
Tenaga Ahli Program Pandu Juara, Apri menjelaskan bahwa Pandu Juara bukan sekadar program ekonomi desa biasa, melainkan sebuah pendekatan pembangunan yang dirancang dalam satu kesatuan sistem.
ia menilai, sinergi antarinstansi dinilai menjadi faktor utama agar program unggulan tersebut mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur, Awaluddin, mengatakan OPD terkait telah memiliki tugas yang jelas sesuai kewenangannya, sehingga diperlukan koordinasi yang kuat agar seluruh tahapan dapat berjalan secara terpadu.
“Dinas Pertanian bertugas menyiapkan data harga dan kebutuhan mesin pengolahan kakao, sedangkan Dinas Perikanan menyiapkan kebutuhan mesin serta peralatan untuk sektor perikanan” ungkapnya.
“Bapperida mengoordinasikan perencanaan program agar sesuai dengan arah pembangunan daerah. Adapun Unit Layanan Pengadaan (ULP) mendampingi proses penyusunan dokumen pengadaan agar berjalan sesuai aturan” imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam dalam rapat koordinasi Program Pandu Juara meminta agar seluruh OPD segera menindaklanjuti hasil evaluasi dan memastikan progres Program Pandu Juara menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam waktu sepekan.
“Yang terpenting di akhir tahun ini harus bisa berproduksi, ada hasil yang terlihat agar di tahun 2027 dapat membuahkan hasil. Saya juga minta kepada instansi terkait untuk proaktif melaksanakan program ini,” tegas Irwan.
