RSUD I Lagaligo Luwu Timur memperkuat budaya keselamatan pasien melalui kegiatan telusur ke sejumlah unit pelayanan yang dinilai perlu mendapat perhatian terkait pelaporan insiden.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia. Tim Komite Keselamatan Pasien dan Rumah Sakit (KKPRS) bersama Ketua Pokja SKP, drg. Adhawanti, Sp. Perio, turun langsung melakukan telusur ke unit-unit pelayanan.
Telusur dilakukan untuk melihat kembali potensi risiko, kepatuhan terhadap pelaporan insiden serta peluang perbaikan dalam proses pelayanan.
Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, mengatakan keselamatan pasien harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran rumah sakit, bukan hanya sebatas memenuhi kewajiban administrasi.
“Setiap insiden harus menjadi bahan pembelajaran. Yang terpenting bukan sekadar mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana kita bisa memperbaiki sistem agar kejadian yang sama tidak terulang dan pelayanan kepada pasien semakin aman,” ujar dr. Irfan.
Selain telusur, RSUD I Lagaligo juga memberikan penghargaan kepada unit yang dinilai aktif dan konsisten dalam melaporkan insiden keselamatan pasien.
Pemberian reward tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi setiap unit untuk terbuka dalam melaporkan kejadian yang ditemukan selama proses pelayanan.
Melalui pelaporan yang terbuka, rumah sakit dapat mengidentifikasi risiko lebih dini dan menentukan langkah perbaikan secara bersama-sama.
“Laporkan, pelajari, perbaiki, dan cegah terulang kembali,” menjadi pesan dalam kegiatan tersebut.
RSUD I Lagaligo berharap budaya keselamatan pasien terus tumbuh dalam setiap lini pelayanan sehingga tercipta lingkungan rumah sakit yang lebih aman, responsif dan berorientasi pada keselamatan pasien.
