Sawah Petani di Towuti Terancam tak Produktif, PT Vale Nodai Asta Cita Presiden?

Sarambang.id – Di saat pemerintah pusat gencar menggaungkan Asta Cita Presiden yang salah satunya menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional, ironi justru terjadi di Kabupaten Luwu Timur.

PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan tambang nikel raksasa yang beroperasi di Luwu Timur ini jutru mencemari sawah petani di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, akibat kebocoran pipa minyak.

Sawah yang semestinya menjadi tumpuan hidup petani, dan memegang peranan vital dalam mendukung ketahanan pangan, kini berubah menjadi kolam minyak hitam pekat.

“Pipa minyak PT Vale mengalami kebocoran sehingga luapan minyak mentah melebar ke sawah-sawah dan irigasi” kata Ketua Pospera Towuti, Ulla, di lokasi kejadian, Sabtu 23/08/25.

Disaat negara bekerja keras menekan impor beras dan memperluas lahan produktif, di Towuti justru sawah berubah menjadi kubangan minyak akibat ulah PT Vale.

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi cita-cita pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional.

Petani khawatir sawah tak lagi produktif seperti tahun 2000 silam, ketika peristiwa serupa membuat sawah baru bisa ditanami kembali empat tahun kemudian.

“Sudah tiga kali terjadi, dan yang sekarang ini paling parah,” keluh Petani Desa Lioka.

Akibat insiden ini, publik, Ormas, hingga Pemerhati lingkungan angkat bicara dan menantikan langkah tegas pemerintah dan KLHK, Apakah PT Vale hanya akan mendapat teguran ringan, atau benar-benar diminta bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Untuk diketahui, Asta Cita memandang ketahanan pangan sebagai fondasi stabilitas nasional, agenda strategis mencakup aspek produksi, distribusi, modernisasi, dan pemberdayaan petani.

Semuanya diarahkan untuk mewujudkan Indonesia mandiri pangan, dan program ini mendapatkan dukungan nyata dari berbagai sektor, termasuk militer, Kejaksaan dan Kepolisian.

—-

Hak Jawab PT Vale

Menanggapi pemberitaan ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menyampaikan hak jawab resmi melalui Head of Corporate Communication, Vanda Kusumaningrum.

Dalam keterangan tertulisnya, Vanda mengatakan PT Vale memahami terkait insiden kerusakan pipa yang terjadi pada Sabtu, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 07.30 WITA di Desa Lioka, Kecamatan Towuti.

“Penyebab kerusakan masih dalam proses investigasi, namun prioritas utama kami adalah meyakinkan sumber kebocoran dapat tertangani dengan baik dan melakukan upaya mitigasi terhadap dampak masyarakat, sosial dan lingkungan,” kata Vanda.

Sejak pertama menerima informasi, PT Vale segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Tim Emergency Response Group (ERG) langsung berada di lokasi untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan pemulihan. “Upaya awal termasuk pemasangan oil boom dan oil trap untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, serta koordinasi intensif dengan stakeholder,” jelasnya.

PT Vale juga telah mengaktifkan crisis management team untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan menyeluruh. “Kami memahami insiden ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, pekerja, dan lingkungan,” tambah Vanda.

Perusahaan, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, menjaga transparansi informasi, serta memastikan seluruh langkah penanganan sesuai tata kelola tanggap darurat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya insiden ini dan berkomitmen untuk menangani situasi dengan penuh tanggung jawab demi melindungi lingkungan dan mendukung keselamatan komunitas sekitar,” tutup Vanda.

Catatan Redaksi: Hak jawab ini dimuat sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Kode Etik Jurnalistik, untuk menjaga keberimbangan pemberitaan. (*)