Tragedi di Towuti Luwu Timur, Seorang Pria Tebas Leher Iparnya Hingga Tewas

Sarambang.id – Tragedi berdarah terjadi di Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026) malam. Seorang pria berinisial AM (50) tewas setelah lehernya ditebas menggunakan senjata tajam jenis parang oleh iparnya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WITA di rumah korban yang berada di wilayah Tomi Beta, Desa Loeha. Korban diketahui berprofesi sebagai petani dan merupakan warga setempat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, kejadian bermula sekitar pukul 19.00 WITA saat terjadi cekcok antara korban dengan istrinya berinisial RT (37). Keributan tersebut didengar oleh HL (34), adik kandung RT, yang saat itu berada di bawah kolong rumah.

HL kemudian naik ke atas rumah dan mendapati kakaknya tengah dianiaya oleh korban menggunakan parang. Akibat penganiayaan tersebut, RT mengalami luka pada tangan kanan.

Melihat kondisi kakaknya, HL secara spontan mengambil parang yang tergeletak di teras rumah dan langsung menebas leher korban. Sabetan tersebut mengakibatkan luka terbuka parah di bagian leher korban hingga menyebabkan AM meninggal dunia di tempat kejadian.

“Korban meninggal dunia di lokasi akibat luka terbuka di bagian leher setelah terkena sabetan senjata tajam,” ujar Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi melalui Kasubsi PIDM Humas Polres Luwu Timur Bripka A. Muh. Taufik, Selasa (20/1/2026).

Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Luwu Timur berhasil menangkap terduga pelaku dan segera mengamankannya ke Markas Komando Polres Luwu Timur untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Polisi memastikan hubungan antara korban dan pelaku adalah ipar, di mana pelaku merupakan adik kandung dari istri korban.

Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak keluarga, jenazah korban rencananya akan dipulangkan ke Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, untuk dimakamkan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa saksi-saksi serta mengamankan barang bukti guna mengungkap motif dan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.